BERITA

Bekraf Jalin Kerjasama dengan BUMN

Tanggal : 13 Jun 2017

Jakarta, 13/6/2016 – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT. Bank Negara Indonesia (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Direktur Bisnis Kecil Menengah dan Syariah BNI Catur Budi Harto, Direktur Kelembagaan BRI Sis Apik Wijayanto, dan Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari  menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan usaha pelaku ekraf dengan Kepala Bekraf Triawan Munaf di Gedung Kementerian BUMN Lantai 17 kemarin (12/6).

Bekraf menyadari perbankan tidak familiar dengan ekraf mengingat aset terbesar ekraf adalah intangible. Sehingga, Bekraf memperkenalkan nature business ekraf ke lembaga keuangan untuk mendukung kewirasusahaan di bidang ekraf. Bekraf telah bekerjasama dengan BRI sebelumnya, yaitu kelas manajemen keuangan antara lain di Aceh, Denpasar, Mataram, dan Palembang. Bekraf juga menggandeng BNI pada penyelenggaraan acara kopi di Takengon dan Jakarta.

Bekraf bekerjasama dengan BNI dan BRI untuk kemudahan akses pembiayaan yang ditawarkan kedua bank tersebut kepada pelaku ekraf. “Tujuan bersama memberikan akses perbankan kepada pelaku ekraf, akses dan kemudahan untuk pelaku ekraf, dan berharap skema-skema khusus untuk pelaku ekraf,” tegas Kepala Bekraf Triawan Munaf.

Direktur Kelembagaan BRI Sis Apik Wijayanto menambahkan informasi BRI memiliki 54 rumah kreatif BUMN yang tersebar diseluruh Indonesia. BRI juga meningkatkan skill nasabah serta akses permodalan.

BRI juga mempunyai co-working space di beberapa kota, antara lain Bandung, Makassar, Solo, dan Yogyakarta. Sis menjelaskanco-working space membantu membentuk enterpreneur para perusahaan rintisan (startup) untuk kolaborasi dengan seniornya. “Ingin membantu para entrepreneur. Mereka juga butuh akses permodalan,” ungkap Sis yang meyakini startup sebagai embrio yang akan menjadi besar.

Direktur Bisnis Kecil Menengah dan Syariah BNI Catur Budi Harto mengungkapkan para pelaku ekraf sulit mendapatkan akses permodalan khususnya perbankan. Padahal, target kredit perbankan besar dari sektor ekraf.

Catur menuturkan kendala dan harapan perbankan, “Sulit mencari pelaku ekraf yang berkualitas secara perbankan. Harapan kami, Bekraf menjadi lembaga penyambung perbankan dan pelaku ekraf.”

Bekraf juga bekerjasama dengan BPJS Kesehatan karena pentingnya jaminan sosial untuk masyarakat, khususnya pelaku ekraf. Maka, keanggotaan BPJS Kesehatan penting bagi setiap pelaku ekraf, termasuk Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

BPJS Kesehatan memberi kemudahan mendaftarkan diri, antara lain melalui call center di 1500400, pembayaran autodebetmelalui BNI, BRI, dan Bank Mandiri, serta pembayaran di kecamatan bagi anggota yang tinggal di pedesaan.

“Peserta JKN-KIS saja tidak cukup. Sehingga harus ada edukasi hidup sehat. Jangka panjang hidup sehat sangat penting untuk meningkatkan produktivitas. Dengan gotong royong, semua tertolong,” ucap Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari. (mm)